Senin, 15 September 2014

1. BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH 

Cerita Rakyat Riau, Sumatera Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya. Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikah saja dengan ibu Bawang merah, supaya Bawang putih tidak kesepian lagi. Dengan pertimbangan dari bawang putih, maka ayah Bawang putih menikah dengan ibu bawang merah. Awalnya ibu bawang merah dan bawang merah sangat baik kepada bawang putih. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Bawang putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya, karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya. Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri. Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang putih tidak menyadari bahwasalah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya. “Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?” Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Mataharisudah mulai meninggi, namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang matanya, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat, Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang putih bertanya: “Wahai paman yang baik, apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang.” “Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya,” kata paman itu. “Baiklah paman, terima kasih!” kata Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri. Hari sudah mulai gelap, Bawang putih sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang putih. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya. “Permisi…!” kata Bawang putih. Seorang perempuan tua membuka pintu. “Siapa kamu nak?” tanya nenek itu. “Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih. “Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya nenek. “Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih. “Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu,” kata nenek. “Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta nenek.Bawang putih berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang putih pun merasa iba. “Baiklah nek, saya akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja denganku,” kata Bawang putih dengan tersenyum. Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Tentu saja nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggil bawang putih. “Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek. Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil. “Saya takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah. Sesampainya di rumah, Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya. Mendengar cerita bawang putih, bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya. Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti bawang putih, bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti bawang putih yang rajin, selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang merah. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi. Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut bawang putih akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain. Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Itulah balasan bagi orang yang serakah.

SUMBER: http://www.kaskus.co.id/thread/5098eb03582acf775e0000ce/13-kumpulan-cerita-rakyat-indonesia-penuh-maknaserba-13

Jumat, 11 Februari 2011

Kiai se-Jawa Madura Nyuwun Pembubaran Ahmadiyah

PASURUAN - Halaqah Majelis Silahturrahmi Pengasuh Pondok Pesantren Indonesia (MSP3I) se-Jawa lan Madura nyuwun dateng pamarentah supados enggal mbubaraken Jemaat Ahmadiyah.

Majelis alim ulama ugi ndawuhaken supadod ngendek sedoyo mawon kegiatan lan penyebran kegiatan Ahmadiyah.

"kangge nyegah kedadosan kekerasan lan njagi keamanan negari, majelis silahturrahmi kyai nyuwun dateng pemerintah mbubaraken Ahmadiyah .pangandikanipun , KH Fachurrozi, Ketua MSP3I Jatim ingkang ugi pengasuh Ponpes An Nur, Bululawang Malang, Jumat (11/2/2011).

Halaqah alim ulama di Ponpes Sidogiri, Kraton Kabupaten Pasuruan, kolo wingi, ugi nyuwun dateng pemerintah supados SKB TigoMenteri No 3 tahun 2008 dados Undang-undang pelarangan ajaran Ahmadiyah. dateng masyarakat, dipun imbau supados mboten gampil dipun provokasi kawontenan puniko terutami masalah sara.

Halaqah poro sesepuh Ponpes niki dipun dugeni 130 ulama lan kyai khos. antawisipun KH Abdullah Faqih (Langitan Tuban), KH Achmad Subadar (Pasuruan/Rais Syuriah PBNU), KH Nawawi Abdul Djalil (Sidogiri, Pasuruan), KH Miftahul Ahyar (Rais Syuriah PWNU Jatim), KH Abdussomad Bukhari (Ketua MUI Jatim), KH Pangadilan Daulay (MSP3I Jakarta), KH Fuad Nurhasan, KH Bachruddin Thayyib (Pasuruan), KH Fachri Abdullah Sachal (Bangkalan).

Serat rekomedasi poro alim ulama niku wau ajeng dipun kintun dumateng Presiden lan DPR/MPR. Poro ulama ugi gadah pangarep-arep supados pamarentah enggal kemawon mbubaraken jemaat ahmadiyah ingkng sampun nyesataken puniko.Ketua MUI Jatim, KH Abdussomad Bukhari ugi mratelaaken , intinipun masalah kolo wau inggih saking ajaran ahmadiyah ingkang sesat lan mboten dipun larang kalian pemerintah.

Selasa, 09 November 2010

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Pengertian Reog Ponorogo
Reog adalah sebuah kesenian budaya berbentuk teater yang dilakukan oleh sekelompok pemain drama tari dengan berbagai karakter dan perwatakan pelaku, kesenian Reog ini berasal dari daerah Jawa Tawa timur bagian barat – laut dan kabupaten Ponorogo dianggap sebagai kota asal kesenian Reog yang sebenarnya.
Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental akan bau mistik dan ilmu – ilmu kebatinan.
Pada zaman modern Reog biasanya dimainkan oleh ± 7 orang pria bertubuh gagah dengan memakai topeng berwarna merah dengan jambang dan kumis yang panjang dalam kesenian Reog mereka disebut Warok, lalu ada ± 6 pria yang berpenampilan seperti perempuan dan masing – masing menunggangi seekor kuda tetapi karena perubahan zaman akhirnya beberapa paguyuban seni tari dan teater Reog mengganti penari mereka menjadi seorang wanita asli dalam kesenian Reog mereka sering disebut dengan Jathilan, sepasang pemgawal raja yang disebut bujang anom, dan ada seorang raja yang berpenampilan layaknya sebuah pemimpin lalu ada seekor singa yang bernama singo barong yang ditunggangi seekor merak yang disebut Singo Barong dan disini keunikan dari Reog yaitu Singo Barong yang memiliki berat 50 – 60 kg hanya di bawakan dan ditarikan menggunakan gigi dan hanya bisa dilakukan oleh orang yang terlatih.
1.2. Sejarah Reog Ponorogo
Sebenarnya Reog Ponorogo muncul sebagai bentuk upacara adat kepercayaan gaib setempat yang kental akan aura magis dan ilmu kebatinan yang kental, seiring dengan perubahan zaman maka berubahlah Reog Ponorogo itu mejadi suatu bentuk hiburan dan kesenian teater rakyat.
Diduga topeng dadak merak itu ter inspirasi dari bentuk sebuah patung yang terletak digugusan pura belahan yang berdiri pada zaman kerajaan kahuripan yang saat itu di pimpin oleh raja Airlangga di dekat gunung penanggungan, yaitu patung Dewa Wisnu Diatas Garuda yang berbulu menyebar.


untuk melihat file selengkapnya silahkan download disini
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 PENGERTIAN GAMELAN
.

Gamelan adalah seperangkat alat musik dengan nada pentatonis, yang terdiri dari : Kendang, Bonang, Bonang Penerus, Demung, Saron, Peking (Gamelan), Kenong & Kethuk, Slenthem, Gender, Gong, Gambang, Rebab,, Siter, Suling.
Komponen utama alat musik gamelan adalah : bambu, logam, dan kayu. Masing-masing alat memiliki fungsi tersendiri dalam pagelaran musik gamelan
1.2 Sejarah Gamelan Jawa
Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa “gamel” yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran “an” yang menjadikannya sebagai kata benda. Sedangkan istilah gamelan mempunyai arti sebagai satu kesatuan alat musik yang dimainkan bersama.
Tidak ada kejelasan tentang sejarah terciptanya alat musik ini. Tetapi, gamelan diperkirakan lahir pada saat budaya luar dari Hindu – Budha mendominasi Indonesia. Walaupun pada perkembangannya ada perbedaan dengan musik India, tetap ada beberapa


untuk melihat file selengkapnya silahkan donwload disini

Kamis, 26 Agustus 2010


* Traditional Weapons of DI Aceh province - the Aceh Darussalam is Rencong








* Traditional Weapons of North Sumatera Province - North Sumatera is Surit Piso, Piso Gaja densely packed
* Traditional Weapons of the Province of West Sumatera - West Sumatera is Karih, Ruduih, barb
* Weapons Traditional Sword from Riau Province is JenaWi, Badik Pound Lado
* Traditional Weapons of Jambi province, Badik Pepper Mash
* Traditional Weapons of the Province of Sumatera Selatan - South Sumatra is Trisula Spear
* Traditional Weapons of Lampung Province is Terapang, Pehduk Payan
* Traditional Weapons of Bengkulu Province is the nape, Badik, Rudus
* Traditional Weapons of the Province of DKI Jakarta is Badik, Machete, Machete

* Traditional Weapons of West Java Province - Jabar is Kujang
* Traditional Weapons of the Province of Central Java - Central Java is Kris
* Traditional Weapons of the Province of DI Yogyakarta - Jogja - Jogja Jogjakarta is Kris
* Traditional Weapons of the Province of East Java - Java is Clurit
* Traditional Weapons of Bali Province is Kris
* Traditional Weapons of the province of Nusa Tenggara Barat - NTB is Kris, Sampari, Sondi
* Traditional Weapons of the province of East Nusa Tenggara - NTT is Sundu
* Traditional Weapons of West Kalimantan province - West Kalimantan is Mandau
* Traditional Weapons of the Province of Central Kalimantan - Central Kalimantan is Mandau, Lunjuk Randu Chopsticks
* Traditional Weapons of South Kalimantan Province - South Kalimantan is the Keris, Bujak pickaxe
* Traditional Weapons of the Province of East Kalimantan - East Kalimantan is Mandau
* Traditional Weapons of North Sulawesi province - Sulawesi is Kris, peda, Sabel
* Traditional Weapons of Central Sulawesi province - Sulawesi is Pasatimpo
* Traditional Weapons of Southeast Sulawesi province - is tailor Keris
* Traditional Weapons of South Sulawesi province - Sulawesi is Badik
* Traditional Weapons of Maluku province is Parang Salawaki / Salawaku, Kalawai
* Traditional Weapons of the province of Irian Jaya - Papua is the Knife Dagger

Kamis, 19 Agustus 2010

Slide 2
»Bagian Sel Saraf Manusia
»
»Sel saraf (neuron) memiliki bentuk yang khas. Sel saraf terdiri dari bagian-bagian: badan sel saraf, serabut saraf dendrit dan serabut saraf neurit (atau akson). Badan sel saraf terdiri dari sitoplasma, butir-butir Nissl dan inti sel.
»Serabut saraf dendrit berupa serabut saraf berukuran pendek, berjumlah banyak dan bercabang banyak. Sedangkan akson berukuran panjang, biasanya hanya satu, diselimuti oleh seludang myelin berupa sel-sel Schwan serta bercabang menuju sinapsis. Di antara sel-sel Schwan terdapat celah yang disebut nodus Ranvier.
»Bagian-bagian sel saraf memiliki fungsi yang berbeda, yaitu:
»Serabut saraf dendrit: menghantarkan rangsang (impuls) dari luar sel saraf menuju ke badan sel saraf.
»Badan sel saraf: tempat metabolisme sel saraf.
»Serabut saraf akson (=neurit): menghantarkan rangsang (impuls) dari badan sel saraf menuju ke luar badan sel saraf.
»Persambungan (sinapsis): tempat pertemuan ujung akson sel saraf dengan ujung dendrit sel saraf lainnya, sehingga merupakan tempat perpindahan impuls menuju sel saraf lainnya.
untuk bisa membaca file keseluruhan dalam format powerpoint silahkan donwload disini
»
Ekskresi adalah proses pengeluaran zat – zat sisa agar tidak menjadi racun bagi tubuh.
untu bisa melihat file dalam format powerpoint silahkan donwload di sini

Unordered List

Sample Text

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget